Pengertian Seputar Fumigasi

Pengertian Seputar Fumigasi

Hama memang sangat menyebalkan dan menjengkelkan. Banyak sekali cara yang bisa digunakan untuk membasmi hama. Tapi yang paling efektif adalah dengan cara fumigasi. Mungkin beberapa diantara kalian bertanya, apa sih itu fumigasi ? mari kita bahas bersama.

Fumigasi adalah cara paling cepat dan paling efektif untuk mengontrol hama yang berada dalam suatu ruangan dan cara ini dapat menghemat waktu serta biaya. Saat kutu/hama menyerang produk makanan yang ada pada industri yang anda kelola dapat dipastikan bahwa akan menimbulkan kerugian yang banyak. Karena itu fumigasi merupakan cara tercepat untuk dapat mengontrol hama yang berada dalam suatu ruangan dan dapat menghemat waktu serta biaya. Fumigasi sendiri juga merupakan cara paling efektif untuk mengatasi hama berupa serangga yang sering menyerang komoditas makanan yang berada di gudang seperti tepung, gandum, benih lainnya.

Dengan adanya fumigasi dapat memungkinkan anda untuk mengontrol semua fase kehidupan hama yang kemungkinan hidup di sekitar anda. Fumigasi juga dapat menjangkau hama yang berada di area yang sulit diraih semprotan, serbuk maupun aerosol.

Dalam pelaksanaan fumigasi sebagi perlakuan karantina. Bahan kimia yang digunakan untuk melakukan teknik fumigasi disebut dengan fumigan. Fumigan inilah yang berperan penting dalam proses pembasmian hama ataupun mengendalikan hama penganggu tersebut. Nah jenis fumigan yang umumnya digunakan sebagai pembasmi adalah Metil Bromida (MBr). Untuk fumigasi yang berhubungan langsung dengan komoditas manusia terutama dengan bahan pangan seperti biji-bijian beras, jagung, gandum dll fumigasi tidak boleh menggunakan Metil Bromida atau Sulfury Flouride karena dapat menimbulkan keracunan dan menimbulkan efek samping yang cukup serius. Efek samping akan terasa saat bahan pangan tersebut sudah dikonsumsi oleh manusia.

Sebagai pengganti Metil Bromida, fumigan khusus yang digunakan sebagai khusus komoditas bahan pangan adalah aluminium phosphide. Lain halnya dengan Fumiphos yang sudah mempunyai kredibilitas dan kepercayaan dari pemerintah untuk dapat menjaga kualitas bahan pangan selama masa penyimpanan, karena telah diuji coba dan juga sudah mendapat sertifikasi dari Biotrop Bogor, PTPN X, dan Balitbang Bulog. Fumiphos merupakan andalan utama untuk melindungi bahan-bahan yang berada di gudang. Apalagi untuk pengantaran bahan pangan menggunakan kontainer untuk antar pulau.

Fumigasi dapat mengendalikan hama apa saja? Mungkin itu sekarang yang ada di pikiran anda. Fumigasi dapat mengendalikan banyak sekali macam-macam hama antara lain bakteri, rayap, tikus, jamur, dan serangga-serangga lainnya. Fumigasi ini mempunyai peran penting dalam sistem perekonomian bagaimana tidak dengan adanya fumigasi selama proses pengiriman bahan pangan akan bebas dari gangguan hama.

Adapun cara kerja fumigan ini sendiri adalah dengan mematikan hama melalui sistem pernafasan dimana dalam suatu ruangan yang telah dilakukan fumigasi makan oksigen akan bercampur dengan fumigan. Fumigasi tergolong menjadi dua macam, yang pertama adalah fumigasi ruangan (space fumigation) cara pelaksanaannya adalah fumigasi dilakukan di seluruh sudut ruangan seperti hanya contok kontainer, kapal ataupun ruangan lain yang sejenis itu. Yang kedua fumigasi di bawah sungkup plastik (under plastic sheet fumigation). Berbeda dengan yang pertama teknik yang kedua ini fumigasi hanya akan terbatas dengan plastikda dan tidak menyeluruh ruangan.

Mengenal Lebih Dalam Jasa Fumigasi

Mengenal Lebih Dalam Jasa Fumigasi

Masih banyak yang belum mengetahui bahkan asing dengan dengan kata fumigasi. Pada artikel ini kita akan membahas lebih dalam tentang fumigasi. Fumigasi merupakan teknik penanganan yang tepat sesuai sasaran yang mana teknik ini digunakan untuk mengendalikan hama yang dilakukan oleh pengendali hama profesional agar dapat membasmi hama secara efektif yang menyerang komoditas-komoditas dan produk-produk pangan.

Fumigasi menggunakan gas atau biasa disebut dengan fumigan, bahan yang digunakan biasanya sangat beracun bagi organisme hidup tidak terkecuali manusia. Maka dari itu fumigan sangat diatur secara ketat oleh undang-undang dan harus didaftarkan terlebih dahulu sebelum memakainya. Fumigan dapat digunakan hanya pada ruangan yang yang tertutup dan kedap udara untuk menhindari fumigan menyebar dan mengakibatkan keracunan. Fumigasi harus dilakukan dengan waktu dan konsentrasi penuh dan juga tenaga ahli yang sudah berpengalaman dibidangnya. Fumigasi dapat membasmi semua serangga-serangga pangan dalam setiap siklus kehidupannya mulai dari telurnya sampai serangga dewasa, tidak hanya itu fumigan juga dapat membasmi hewan yang berukuran cukup besar yakni seperti tikus, kecoa.

Meskipun seperti itu, fumigan tidak akan merusak produk bahkan dengan teknik fumigasi ini justru dapat melindungi dan manjaga produk sehingga komoditas akan aman dari serangan hama. Fumigasi harus dilakukan dengan prosedur yang benar dan ketat harus diterapkan oleh fumigator (orang yang melakukan fumigasi) untuk memastikan tidak ada efek samping yang berarti atau resiko bahaya bagi manusia dan juga hewan peliharaan yang ada disekitarnya.

Mengapa Fumigasi Perlu Dilakukan ?

Fumigasi merupakan salah satu persyaratan dalam ekspor dan prosedur fumigasi yang ketat kini telah diimplementasikan dengan mengatur layanan karantina untuk negara-negara yang menjadi pengekspor. Bahkan Departemen Pertanian Indonesia menjaga pendaftaran maupun pencatatan bagi perusahaan-perusahaan yang ada di Indonesia dan juga semua fumigator yang telah terakreditasi dan telah teruji. Kegiatan-kegiatan yang ada di dalamnyapun di awasi melalui audit tahunan oleh kementrian untuk memastikan semuanya berjalan sesuai prosedur dan peraturan yang berlaku.

Jika anda memerlukan jasa fumigasi anda tidak perlu lagi jauh-jauh anda tinggal mendatangi kantor kami atau menghubungi kami pada nomor yang sudah tertera pada website kami.

Fumigasi

Fumigasi

Fumigasi merupakan aplikasi pengendalian hama untuk melindungi suatu produk dengan cara melepaskan gas senyawa kimia ke dalam ruangan yang tertutup atau kedap udara (gas tight). Fumigasi dilakukan dengan waktu dan dosis tertentu yang berkonsentrasi untuk mematikan hama. Fumigan merupakan senyawa kimia yang digunakan dalam proses fumigasi. Proses fumigasi sudah dikenal luas dalam kegiatan pengendalian hama penganggu yang berada di gudang, transportasi dan karantina. Pada dasarnya fumigasi mematikan organisme penganggu dengan menyerang saluran pernafasan melalui oksigen yang dihirup. Dimana oksigen yang mereka hirup digantikan dengan senyawa kimia yang berbentuk gas dan dapat mematikan mereka.

Berdasarkan penjelasan diatas fumigan digolongkan pula dalam golongan pestisida, sehingga pengendalian hama secara fumigasi menggunakan bahan-bahan kimia. Fumigan tidak hanya sangat beracun tetapi juga dapat menembus komoditas yang kompak karena mempunyai penetrasi yang kuat. Fumigan apabila diaplikasikan akan berubah menjadi gas. Cepat ataupun lambatnya perubahan fumigan dipengaruhi oleh tinggi rendahnya titik didih (boling point) fumigan. Semakin rendah titik didih yang dihasilkan makan akan semakin cepat perubahannya menjadi gas.

Macam-Macam Fumigasi

Fumigasi menurut cara pelaksanaanya dibagi menjadi 2 macam yaitu :

  1. Fumigasi ruangan (space fumigation)

Fumigasi ini dilakukan pada seluruh bagian ruangan contonya pada silo, kapal, kontainer dll.

  1. Fumigasi yang berada di bawah sungkup plastik (under plastic sheet fumigation )

dimana fumigasi hanya dilakukan pada sebagian ruangan atau terbatas pada komoditas yang akan difumigasi.

Gas Fumigan

Gas yang paling umum digunakan untuk fumigasi ada 2 yakni

  1. Methil bromida (CH3Br)

Gas ini adalah gas yang paling umum dan populer digunakan di indonesia. Methil Bromida dapat bekerja dengan cepat dan lebih efektif juga harganya tidak terlalu mahal. Methil Bromida dapat menjadi racun bagi semua mahkluk hidup hal ini tergantung pada konsentrasi dan jangka waktu pelepasan gas. Masa exposure selma 24 jam dan akan bersikulasi dengan udara dalam jangka waktu 30 menit setelah proses fumigasi dilakukan. Pada dasarnya Methyl Bromida tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak berasa selain itu juga yang paling penting adalah tidak mudah terbakar dibandingkan fumigan yang lainnya.

Nama kimia         : Methyl Bromida

Nama dagang      : Methyl bromida

Rumus Kimia      : CH3Br

Berat Molekul     : 94,95

Titik Didih           : 3,60 C

Warna                   : Tidak berwarna

Bau                        : Tidak berbau

Konsentrasi rendah

Berat senyawa                 : 3, 27 (udara 1)

Kelarutan                         : larut dalam air, Ethyl Alcohol, Athyl ether, CCL4, Chlorofor CS2 dan Benzena

Kelarutan dalam air       : 1.34 gram /100 mili H2O

Berat jenis

Dalam bentuk cair : 1,732 (pada temperatur 00C)

Dalam bentuk gas  : 3,27 (pada temperatur 00C dan tekanan 760 mm Hg)

Sifat kimia lain

  • Gas yang timbul tidak mengakibatkan korosif pada logam
  • Cairan bereaksi dengan aluminium, karet alam dan produk dari bulu bintang
  • Meninggalkan sisa kotoran pada bahan kandungan lemak dan protein tinggi
  1. Phostoksin

Phostoksin atau photophine merupakan suatu upaya terobosan menggunakan teknologi laternatif dalam hal pengembangan pengerjaan fumigasi. Photosphine dihasilkan dari aluminium phosphide atau magnesium phospide yang diformulasikan berbentuk tablet dan apabila bereaksi dengan uap air dalam udara akan menghasilkan gas phosphine. Fumigan jenis ini banyak digunakan untuk fumigasi hasi pertanian di Indonesia. Namun salah satu kendala utamanya adalah masa exposure jauh lebih lama yakni 3 X 24 jam dibandingkan dengan Methyl Bromidayang hanya 1 X 24 jam.

Nama kimia        : Hydrogen Phosphine

Nama dagang     : Phostoxin, Magtoxin, Detiangas, Chelpos.

Rumus Kimia     : PH3

Berat Molekul    : 34.04

Titik Didih          : 87.040 C

Titik Beku           : 133,50 C

Bau                       : berbau karbit dan bawang putih

Konsentrasi rendah

Berat senyawa                   : 1,234 (udara 1)

Sifat fisik                            : pellet, pil (kelereng), strip

Kelarutan dalam air         : sangat kecil

Sifat kimia khusus

  • Mudah terbakar dan meledak bila kontak dengan air pada konsentrasi 1,8 % volume.
  • Gas langsung terbentuk apabila bereaksi dengan udara selama 1-4 jam
  • Gas yang ditimbulkan oleh senyawa ini dapat bereaksi dengan semua jenis metal (khususnya perangkat listrik) emas dan perak.